Senin, 11 Oktober 2010

Masalah dan mengatasinya


Sesuatu yang baik adalah sesuatu yang memberikan kita kehidupan yang lebih memuaskan. 
Jahat adalah sesuatu yang condong untuk merusak kehidupan.
Manusia terlahir bagai kertas putih, yang menjadikannya baik dan buruk adalah lingkungannya.
Manusia terlahir bukan sebagai mahluk jahat dan mahluk baik, namun memiliki kemampuan untuk keduanya. Siapa yang menjadikan manusia itu baik dan jahat?
Manusia baik dihasilkan oleh lingkungan yang baik dan pemikiran positif dari orang itu sendiri. Baik dalam makna yang mendalam. Tidak hanya sekedar baik kepada orang baik. Orang baik seharusnya baik kepada orang yang tidak baik juga.
Jika anda seorang pendidik (Orang tua dalam keluarga, tokoh Agama, tokoh masyarakat, Pejabat pemerintah) kiranya hendaklah mengajarkan Nilai-nilai yang baik. Agar tercipta kedamaian dan saling menghormati perbedaan yang ada.
Jangan sesekali mengucapkan yang lain jahat dan diri kita sendiri sudah baik. Karena itu akan membawa kepada kehancuran.
Bagi kita semua, jika seseorang pendidik yang mengatasnamakan suatu pihak (agama) mengajarkan dan mengatakan apa yang jahat kepada kita, kita harus berhati-hati dalam menyikapinya.
Jangan seperti katak dalam tempurung.
Seorang guru haruslah mengajarkan yang baik kepada muridnya.
Seorang Pendeta, Ustad, Biksu haruslah mengajarkan yang baik kepada jemaatnya. Jangan memperburuk masalah dan mengatakan diri sendiri benar dan yang lain salah. Karena KEBENARAN hanyalah ada pada Tuhan.
Lakukan yang BAIK maka keselamatan akan ada pada kita. Bersahabatlah dengan semua yang baik dan terutama sesama manusia. Jangan lihat agamanya, sukunya. Agar kita selalu damai.
Tidak ada lagi kekerasan dan keributan karena perbedaan yang ada. 

Perbedaan adalah anugerah.
Perbedaan itu indah.
Perbedaan itu perlu dihormati.
Walau kita berbeda-beda tapi tetap satu juga.

MESKI KITA TAK SAMA, BUKAN BERARTI KITA TIDAK BISA BERSAHABAT


Tidak ada komentar:

Posting Komentar